
Permata Nurul Aini
A writer who loves to travel to the fairy tale world in her spare time. Tap here to see some of my work.
PANDEMILK, Usaha Susu Sapi di Tengah Pandemi
⠀⠀⠀⠀⠀Susu segar murni merupakan minuman yang banyak manfaatnya. Menyoal manfaat dari meminum susu sapi setiap harinya, tentu sudah tidak diragukan lagi; kandungan kalsium, vitamin, protein, fosfor, dan gizi lainnya yang ada pada susu sangat baik untuk dikonsumsi oleh tubuh. Adapun beberapa manfaat dari mengonsumsi susu sapi, di antaranya: Membantu pertumbuhan tulang, menjaga kesehatan otak, kulit dan mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membentuk massa otot, menurunkan risiko radang sendi.
⠀⠀⠀⠀⠀Semenjak pandemi COVID-19, banyak orang berlomba-lomba memperbaiki pola hidup agar tubuh mereka tidak lemah dan rentan terjangkit penyakit. Selain berolahraga, rutin meminum susu pun menjadi salah satu agenda. Adalah PANDEMILK, usaha susu yang digarap oleh Raksa Nasution sejak bulan Juni 2020. Cerita yang ada di balik berdirinya usaha ini berangkat dari keinginan pribadi sang pemilik yang ingin membagikan susu secara gratis, namun di saat yang bersamaan juga menghasilkan untuk diri sendiri. “Kita punya program setiap botol yang dibeli itu menyumbangkan 100 mililiter untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan susu, tetapi tidak mampu untuk membelinya. Jadi, kalau ada 10 botol, berarti kita memberi 1 liter untuk mereka. Orang-orang yang kami beri pun terbuka sekali, alhamdulillah, malah sekarang sudah seperti keluarga,” tutur Raksa, Senin (7/9).
⠀⠀⠀⠀⠀Ide nama ‘Pandemilk’ datang dari teman Raksa yang bernama Cema, dengan harapan bahwa susu PANDEMILK bisa menjadi pandemi, di mana semua orang ingin meminum produknya. Tak hanya namanya yang unik, slogan yang ada pada logo PANDEMILK yang berbunyi ‘Susu segars, segars suret’ memiliki makna lain yang tak kalah cerdik. Raksa menjelaskan, “Itu karena kebiasaan teman di kampus yang sering mengucapkan kata yang dibalik-balik, seperti ‘sinam suret’ yang artinya ‘manis terus’. Lalu tulisan di papan skate yang pernah saya lihat, ‘suret skateboard’, wah ‘terus’. Akhirnya dipakai lah untuk logo, orang-orang pasti berpikir “Apa sih ini, enggak jelas banget.”, tapi itu jadi membuat pembeli penasaran dari mulai logo sampai produk yang dijual.”
⠀⠀⠀⠀⠀Susu sapi yang diperoleh merupakan hasil kerja sama dengan sebuah peternakan yang dalam pencariannya memakan waktu cukup lama. “Kendala pertama adalah ketika rasa susu yang didapat melalui tempat semacam koperasi, itu beda-beda karena memang datang dari banyak peternakan. Lalu saya tanya peternakannya di mana saja, saya datangi satu per satu, mencari susu yang terbaik, sampai akhirnya dapat satu kandidat yaitu yang sekarang sama kita,” Raksa menambahkan, memberi sebuah saran terkait itu, “kalau mau memulai sebuah usaha seperti ini, kuncinya cuma satu, yaitu konsisten. Kalau enggak, sudah, kelar.”
⠀⠀⠀⠀⠀Pengemasan susu yang menggunakan botol kaca menjadi nilai tambah dari susu PANDEMILK sendiri; itikad baik dalam mengurangi sampah plastik patut diacungi jempol. Harga setiap botol berisi 500 mililiter susu adalah Rp25.000 saja, dan yang berukuran 1.000 mililiter adalah Rp35.000, tanpa lepas botol (yang berarti, botol akan dijemput kembali untuk nantinya dipakai dalam pemesanan selanjutnya)—jika dilepas, harga per botolnya menjadi Rp60.000 untuk yang berukuran 500 mililiter, dan Rp80.000 untuk yang berukuran 1.000 mililiter. Adapun sistem pendistribusian produk yakni diantarkan langsung oleh Raksa ke rumah-rumah pembeli, dan khusus di Kota Bogor saja. Ke depannya, ia berharap bisa membuka cabang di Kabupaten Bogor dengan teman-teman yang kehilangan pekerjaan akibat aturan PSBB yang diberlakukan.
Pasar Gratis Bogor: Sebuah Aksi Protes, Bukan Amal
⠀⠀⠀⠀⠀Pandemi COVID-19 terus mewabah semua daerah di dunia, tak terkecuali Indonesia. Dampak yang dirasakan tidaklah berskala kecil, dan dalam beberapa sektor kehidupan bahkan sangat buruk—ekonomi, misalnya. Tanpa harus ada pandemi sekalipun, ketimpangan sosial sudah ada sejak lama, dan seolah tanpa akhir menimpa sebagian kelompok manusia. Ketimpangan sosial di sini maksudnya adalah, terjadinya kesenjangan atau ketidaksamaan/ketidakseimbangan akses dalam memanfaatkan sumber daya yang ada; dengan kata lain, ketimpangan sosial adalah jarak yang ada di tengah masyarakat. Dampak dari adanya ketimpangan sosial tidak main-main, yakni kemiskinan, pengangguran, kecemburuan sosial, dan meningkatnya kriminalitas. Penyebabnya sendiri bisa karena diskriminasi, primordialisme (memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, seperti tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya), serta seksisme (kepercayaan bahwa satu jenis kelamin lebih berharga dari yang lain).
⠀⠀⠀⠀⠀Adalah Pasar Gratis Bogor, sebuah gerakan kolektif bertemakan pasar gratis, dengan tujuan mempersenjatai para tunawisma dengan pakaian layak pakai, makanan dan barang lainnya. Di dalam Pasar Gratis ini semua orang bebas memberi dan menerima, atau bertukar layanan tanpa harapan adanya timbal balik. Tak hanya itu, disediakan pula lapak untuk membaca dengan berbagai macam pilihan buku—tentunya dengan harapan, hasil dari kegiatan membaca buku tersebut dapat mempertajam nalar seseorang, menambah kemampuan untuk berpikir kritis, agar nantinya tidak lagi bisa dibodohi oleh orang-orang sekitar.
⠀⠀⠀⠀⠀Seperti yang tertulis di unggahan Instagram pasargratis.bgr, Pasar Gratis Bogor bukanlah sebuah acara amal, melainkan bentuk protes terhadap pemerintah yang setiap hari terlihat kian tidak mempedulikan rakyatnya—pun bantuan sosial tidak menjamin hidup warga Indonesia dalam jangka panjang. Hadirnya Pasar Gratis Bogor adalah sebuah bukti bahwa warga biasa tidak tinggal diam dalam menyikapi ketidakseimbangan di masyarakat. Barang-barang serta layanan lain yang ada di Pasar Gratis Bogor merupakan hasil donasi dan sukarela mereka yang turut bergabung dalam gerakan kolektif tersebut. Sejauh ini, layanan yang ditawarkan ada berbagai macam, di antaranya lapak pakaian, makanan, membaca, cukur rambut, dan hiburan (mewarnai, live musik, orasi, puisi, mural).
⠀⠀⠀⠀⠀Agenda dari Pasar Gratis Bogor pun bermacam-macam, ada yang memang direncanakan dengan memikirkan konsep secara matang, ada pula yang sifatnya mendadak. Kalau yang direncanakan, biasanya diselenggarakan secara serentak dengan kolektif-kolektif lain di berbagai kota, seperti Pasar Gratis Ambon, Bali, Bandung (Banjaran, Bojongsoang, Kopo, Margaasih), Bandar Lampung, Depok, Gresik, Kendal, Kuningan, Lamongan, dan lain-lain. Lokasi dari Pasar Gratis Bogor ini pun tidak tentu, bergantung dengan kondisi; kalau yang sifatnya mendadak, pemilihan tempat dilakukan secara acak, mempertimbangkan daerah mana yang di sekitarnya banyak tunawisma.
⠀⠀⠀⠀⠀Sejarah hadirnya Pasar Gratis Bogor bermula dari seseorang yang mengajak untuk mengumpulkan donasi berupa pakaian yang layak melalui fitur direct message di Instagram. Inspirasi tersebut datang ketika salah satu dari mereka melihat kegiatan serupa yang diselenggarakan oleh Pasar Gratis Bandung. Setelah bertanya-tanya ke pihak Bandung bagaimana konsep, tujuan, dan mekanisme dari Pasar Gratis itu sendiri, serta cara merangkul para tunawisma, lahirlah kolektif Pasar Gratis Bogor. Agenda yang dilakukan Pasar Gratis di tiap kota tentu berbeda-beda; seperti contoh, jika Pasar Gratis Bandung pada mulanya hanya menyediakan pakaian-pakaian layak secara gratis, Pasar Gratis Bogor menambahkan agenda lain seperti makanan dan cukur gratis.
⠀⠀⠀⠀⠀Seperti kegiatan atau acara pada umumnya, kendala dan halangan sewaktu menggelar Pasar Gratis tidak bisa dihindarkan. Satu waktu, ketika di awal-awal, ada beberapa warga sekitar yang daerahnya dijadikan lapak Pasar Gratis, meminta bayaran atas peminjaman tempat dan pemakaian listrik—sampai pada akhirnya, mereka tidak lagi meminta untuk dibayar. Berbentrokan dengan aparatur negara pun sudah pernah, “Waktu itu kita mau bubar, mereka datang. Walau ada sedikit perdebatan karena mereka bilang bahwa kegiatan kami ini mengumpulkan massa di situasi pandemi, tetapi bagi kami akan lebih jahat lagi kalau di masa seperti ini kita diam saja, tidak melakukan apa-apa untuk sesama.” ungkap salah satu wakil dari Pasar Gratis Bogor (16/9).
⠀⠀⠀⠀⠀Pesan dari Pasar Gratis Bogor untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Bogor, untuk jangan terlalu tidak acuh dengan sekitar dan situasi saat ini. “Ketimpangan semakin menjadi-jadi, masa mau berdiam terus? Gerak! Kalau bukan kita, siapa lagi? Kegiatan seperti ini memang mengundang klaster penyebaran virus, tapi kalau kita berdiam diri, tanpa peduli, lama kelamaan masyarakat akan terus menerus kesusahan.”
Parental Burnout, Apa dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
⠀⠀⠀⠀⠀Menjadi orang tua bukanlah perihal yang mudah. Bahkan dalam situasi terbaik sekalipun (ketika pasangan bekerja sama dengan baik, dukungan yang tersedia dari orang sekitar melimpah, anak-anak tumbuh bahagia dan sehat), membesarkan anak adalah tugas yang berat. Di balik itu semua, para peneliti telah menemukan sindrom yang dikenal dengan parental burnout.
⠀⠀⠀⠀⠀Parental burnout adalah kondisi di mana orang tua kelelahan secara fisik, mental maupun emosional—membuat mereka merasakan lelah secara konstan, sering mengalami masalah tidur dan/atau kesulitan berkonsentrasi, juga dapat menyebabkan depresi, kecemasan (anxiety), penyakit. Gejala-gejala yang ditimbulkan berupa lelah yang berlebihan, mudah tersulut emosi, memiliki pemikiran bahwa anak akan lebih baik tanpa adanya kehadiran orang tua, muncul rasa tidak sabar saat mengasuh anak, putus asa, dan lain-lain. Dalam beberapa kasus, bahkan orang tua merasa ‘gagal’ dalam mendidik dan membesarkan anak.
⠀⠀⠀⠀⠀Menurut penelitian, akar penyebab daripada parental burnout ini ialah ketidakseimbangan antara tuntutan menjadi orang tua dan penghargaan atau dukungan yang didapatkan. Biasanya, sisi positif dari membesarkan anak cenderung lebih besar ketimbang sisi negatifnya, namun ketika seseorang merasakan yang sebaliknya, mereka berisiko mengalami parental burnout.
⠀⠀⠀⠀⠀“Saya pernah mengikuti seminar tahun lalu, dinyatakan oleh pembicaranya bahwa orang tua tunggal, orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, orang tua dengan penyakit mental, orang tua perfeksionis, dan orang tua yang terjebak dengan dukungan yang sangat minim, mereka itu orang-orang yang berisiko tinggi mengalami kelelahan ini,” ungkap Asmarani (38), ketika ditanya mengenai pengalamannya dengan parental burnout. Ia sendiri masuk ke kategori pertama, dengan dua orang anak yang ia asuh sendiri sedari kecil. “Enggak perlu takut atau resah, semua orang tua pasti pernah lelah. Asalkan jangan dibuat pusing, sering-sering me time kalau ada waktu luang, lelahnya bakal hilang,” tambahnya.
⠀⠀⠀⠀⠀Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menangkal atau menghilangkan parental burnout yang sedang dirasakan, di antaranya:
Ketahui bagaimana caranya mengapresiasi diri. Ini adalah hal kecil yang sering kali luput dari perhatian seseorang; ketika kita berhasil melakukan sesuatu, baik besar ataupun kecil, apresiasilah diri sendiri dengan memberi hadiah sederhana seperti tidur siang, makan makanan favorit, menonton film dengan genre favorit, atau hobi lain yang diminati—tujuannya adalah, mengesampingkan rutinitas yang membuat jenuh agar pikiran serta tubuh kembali segar.
Kelola emosi dengan baik. Merasakan emosi-emosi tertentu seperti sedih, takut, marah atau benci, merupakan hal yang wajar; yang tidak wajar adalah, membiarkan diri sendiri tenggelam dalam emosi-emosi tersebut. Emosi-emosi negatif yang dirasakan terlalu lama bisa menyebabkan seseorang terpuruk, yang tentu saja berdampak pada kualitas diri dalam berkegiatan sehari-hari. Selain itu, pengelolaan emosi yang baik mampu membangkitkan serta menstabilkan suasana hati (mood).
Mencari dukungan, jangan menutup diri. Terbukalah pada orang-orang sekitar seperti teman dan keluarga mengenai apa yang sedang dirasakan atau masalah apa yang sedang dihadapi. Dengan begitu, bukan hanya saran yang didapatkan, tetapi juga dukungan dan rasa bahwa kita tidak sendiri dalam menghadapi dunia—akan selalu ada orang-orang di samping kita untuk saling mendukung juga menopang.
Bekerja sama atau saling membantu dalam urusan anak. Tidak ada yang salah dari membagi tugas rumah tangga dengan pasangan; bukanlah tugas seorang ibu untuk selalu menjaga dan membesarkan anak, seorang ayah juga dibutuhkan perannya dalam proses tumbuh kembang sang buah hati. Pembagian tugas yang adil mampu meringankan beban yang dipikul, juga semakin terbuka dalam hal berkomunikasi.
Luangkan waktu untuk beristirahat. Mencuri waktu istirahat di tengah-tengah tanggung jawab berumah tangga memang cukup mustahil, tetapi kesehatan fisik dan mental orang tua sama-sama perlu dijaga. Ketika si kecil sedang tidur, orang tua bisa ikut memejamkan mata di sampingnya.
⠀⠀⠀⠀⠀Saat seseorang mengalami parental burnout, cukup sulit untuk mengenalinya hanya dengan beberapa gejala di atas, juga tidak bisa diatasi seorang diri. Oleh karena itu, bila suatu hari gejala yang telah disebutkan muncul, jangan ragu untuk menjangkau orang-orang di sekitar; kalau perlu, berkonsultasi dengan yang memang profesional di bidangnya, ya!
Pet Effect, Manfaat Memelihara Hewan untuk Kesehatan Mental
⠀⠀⠀⠀⠀Hidup di era serba cepat seperti dewasa ini dengan berbagai macam teknologi yang ada bisa menjadi sulit untuk seseorang dan berpengaruh pada kesehatan mental mereka. Kemajuan teknologi seperti ponsel, internet yang cepat, dan media sosial, memudahkan seseorang untuk berhubungan dengan orang yang jaraknya jauh, kapan dan di mana saja—tentunya, kemudahan tersebut bisa membantu mengurangi tingkat stres seseorang, tergantung dengan porsinya. Tetapi, selain kemajuan teknologi, ada cara lain dalam menghilangkan stres yang dialami, yakni kehadiran hewan peliharaan di rumah.
⠀⠀⠀⠀⠀The pet effect, atau biasa dikenal dengan ikatan manusia dan hewan, adalah hubungan mutualisme (saling menguntungkan) antara pemilik dan hewan peliharaannya yang berdampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan keduanya. Beberapa orang setuju bahwa hidup dengan hewan peliharaan memiliki banyak manfaat, termasuk persahabatan, cinta, dan kasih sayang yang secara konstan diberikan juga diterima. Adalah Karina (20), pemilik kucing berjumlah 3 ekor, salah satunya yang menyetujui, “Kalau aku lagi sedih, Ollie biasanya yang paling peka di antara yang lain. Dia suka naik ke pangkuan aku, ngeong berkali-kali sambil usap-usap kepala dia ke aku. Kalau sudah begitu, aku enggak kepikiran mau nangis lagi, malah pengin peluk dia terus.”
⠀⠀⠀⠀⠀Tak hanya terjadi pada orang dewasa, pada anak-anak yang sering berinteraksi dengan hewan pun, ikatan manusia dan hewan ini bisa terjalin. Memiliki hewan peliharaan memungkinkan mereka untuk belajar serta melatih sikap tanggung jawab, perawatan, dan kenyamanan di saat yang sama mendapatkan teman bermain. Kehadiran hewan bisa meningkatkan serotonin, dopamin dan oksitosin (hormon kebahagiaan).
⠀⠀⠀⠀⠀Sebuah studi dari HABRI (The Human Animal Bond Research Institute) mengatakan bahwa interaksi yang positif antara manusia dan hewan berhubungan langsung dengan penurunan tingkat stres psikologis seperti ketakutan dan kecemasan. Disebutkan pula, berinteraksi dengan hewan peliharaan dan terapi yang melibatkan hewan, dapat membantu meringankan stres, kecemasan, depresi, dan perasaan kesepian serta isolasi sosial—dengan kata lain, kegiatan tersebut juga termasuk ke dalam mengelola kondisi kesehatan mental jangka panjang seseorang.
⠀⠀⠀⠀⠀Hasil riset yang dilakukan di Australia, yang melibatkan 199 pasien gangguan mental, mendukung pernyataan sebelumnya. Sebesar 94% pengurangan kecemasan terjadi pada diri pasien sepanjang riset pemeliharaan hewan berlangsung. Para pasien mengaku, kehadiran hewan di sekitar membantu mencegah mereka dari melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, juga membina mereka untuk membangun hubungan dengan sesama.
⠀⠀⠀⠀⠀Meskipun memelihara hewan bisa jadi alternatif untuk menjaga kesehatan mental, tetapi hal tersebut bukanlah metode yang tepat untuk semua orang. Sebab tidak semua orang mudah menyukai dan menyayangi hewan; belum lagi komitmen pada waktu, perhatian dan uang yang sangat diperlukan.
Gaya Hijab Kasual Nan Kekinian, Anti Boring!
⠀⠀⠀⠀⠀Adalah hal yang wajar bagi wanita untuk selalu menginginkan tampil cantik dan modis dengan berbagai gaya dan busana, tak terkecuali mereka yang memakai hijab. Salah satu alasan seseorang enggan bereksperimen mix-and-match pakaian adalah kurangnya rasa percaya diri, yang akhirnya membuat mereka tampil dengan gaya yang selalu sama. Padahal, jika kepercayaan diri tersebut muncul sedikit saja, mereka dapat menaklukkan dunia dengan pilihan pakaian yang digunakan.
⠀⠀⠀⠀⠀Menjadi hijaber bukan berarti tidak bisa tampil stylish dengan berbagai fesyen kekinian. Dalam proses mix-and-match pun tak harus membeli pakaian baru, menggunakan pakaian yang lama tidak menjadi masalah besar. Seorang mahasiswa berumur 22 tahun, Nita Alifia, membagi pengalamannya soal ini. “Jujur, aku tipe orang yang terbawa perkembangan fesyen. Tapi untuk mendapatkan pakaiannya, aku enggak menuntut harus terus menerus beli baju baru, mungkin ini ya yang disebut fast fashion. Karena yang aku lihat, fesyen tuh berulang, jadi aku bisa dapat baju-baju dari hasil thrifting atau bahkan pakai baju dari Mama.”
⠀⠀⠀⠀⠀Berkat adanya perkembangan teknologi dan mudahnya semua orang dalam mengakses internet dan media sosial, kini kita bisa menemukan berbagai macam ide atau inspirasi dalam berpakaian kapanpun dan di manapun. Tak jarang mereka yang memiliki platform besar dengan ribuan bahkan jutaan pengikut, membagikan gaya berpakaian mereka dan bahkan berbagai tips untuk tetap terlihat modis dengan teknik mix-and-match. Nita, contohnya, ia berkata bahwa ia menjadikan beberapa orang dari Instagram dan TikTok sebagai kiblatnya dalam berpakaian. “Masing-masing dari mereka punya karakter sendiri gitu, dan aku suka mereka semua. Enggak apa-apa ya ini aku jelaskan panjang lebar? Sashfir itu kalau yang aku lihat, dia gayanya comfy dan girly banget. Setiap gaya yang dia suguhkan ke publik, dari kacamataku, aura kalemnya tuh benar-benar terpancar gitu, lho, enak dipandang. Lalu ada dillaprb dan strangrrr, asli sih gaya mereka tuh … apa, ya, swag? Kalau boleh aku bilang, karena aku enggak tahu kata yang pas untuk mendeskripsikannya. Mereka kasih aura yang sangat sangat keren. Gokil banget, sih, kalau aku bisa ikutin gaya mereka untuk sehari-hari. Terus, ada lintangrainaa dan chkalifia! Mereka berdua adalah pedagang thrift shop online dan aku suka banget gaya mereka. Bayangkan, kamu cuma pake sweter atau kaos yang super comfy, tapi masih bisa tampil keren; satu-satunya gaya yang bisa aku ikuti untuk keseharian, soalnya bener-bener senyaman itu. Yang terakhir, ada afiqahhns di TikTok. Dia cantik dan kasual banget, gayanya cocok untuk bimbing aku yang terhitung masih buta ya buat mix-and-match baju; sederhana, tapi juga elegan.”
⠀⠀⠀⠀⠀Sering kali ditemukan kasus sulitnya mix-and-match meskipun baju yang berada di dalam lemari sudah ada banyak. Jalan keluarnya adalah memilih pakaian yang sangat sederhana, dan tentunya disesuaikan dengan acara atau kegiatan apa yang akan dihadiri. Nita menambahkan, persiapan pakaian satu hari sebelum bepergian adalah hal yang wajib dilakukan, tentunya agar meminimalisir kemungkinan terjadinya “saltum” atau salah kostum—ketahui ke mana kamu pergi dan bagaimana keadaan di sekitar lokasi. Untuk melengkapi tampilan kekinian, beberapa aksesoris seperti tas, kalung, gelang, dan jam tangan juga sangat diperlukan. “Ibaratnya lagi masak, aksesoris itu garamnya, enggak afdol kalau enggak dipake,” ujar wanita muda itu, “kita harus banyak-banyak eksplor, cari referensi gaya di mana-mana, diutamakan yang kita suka dan buat kita jatuh cinta. Terus baru, deh, ikut coba-coba. Selanjutnya, pastikan apakah kamu nyaman atau enggak. Kalau ternyata enggak, skip aja, daripada pas dipakai malah berat hati jadinya. Kenyamanan dalam berpakaian itu nomor satu buat aku, dan tentunya harus percaya diri! People glow differently when they’re confident.”
⠀⠀⠀⠀⠀Lalu, bagaimana denganmu, sudah ada gambaran gaya yang menjadi impianmu itu seperti apa?